Minggu, 31 Juli 2011
Kamis, 14 Juli 2011
Nasehat untuk anak-anak ku
Nak ...
Jika engkau terlanjur berbuat dosa, maka mohon ampunlah kepada Allah. Dan Ingatlah jangan sampai diulangi lagi
Sekalipun engkau datang kepada Allah membawa dosa sebesar gunung, maka engkau akan mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.
Sholat adalah tiang agama, siapa yang menunaikan sholat berarti ia telah menegakkan agama dan siapa yang melalaikannya berarti ia meruntuhkan agama.
Siapa yang menunda-nunda waktu sholat, kelak ia akan memecahkan kepalanya sendiri dengan batu sampai keduanya hancur berkeping-keping. Kemudian kepalanya utuh kembali dan seterusnya ia melakukan hal yang sama berali-kali.
Sesungguhnya sholat lima waktu itu menghapuskan dosa-dosa, laksana air membersihan kotoran
Sebaik-baik manusia adalah orang yang bebelajar Alqur'an dan mengajaran kepada orang lain
Kelak di hari kiamat, Alqur'an terbang mencari orang-orang yang gemar membacanya lalu meminta kepada Allah untuk memberikan syafaat kepada mereka, dan Allahpun memberikannya.
Menghapal Alqur'an sejak kecil membuat hati menjadi lebih bersih, terbuka menerima kebenaran dan terhindar dari sifat-sifat tercela.
Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Albaqarah
Siapa yang enggan membaca Alqur'an, maka baginyalah rezeki yang sempit, dan esok di hari kiamat dia kan datang dalam keadaan buta
Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah bagi siapa yang dikehendakiNYA, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan balasan kepada pelakunya di masa hidupnya.
Jika engkau terlanjur berbuat dosa, maka mohon ampunlah kepada Allah. Dan Ingatlah jangan sampai diulangi lagi
Sekalipun engkau datang kepada Allah membawa dosa sebesar gunung, maka engkau akan mendapati Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang.
Sholat adalah tiang agama, siapa yang menunaikan sholat berarti ia telah menegakkan agama dan siapa yang melalaikannya berarti ia meruntuhkan agama.
Siapa yang menunda-nunda waktu sholat, kelak ia akan memecahkan kepalanya sendiri dengan batu sampai keduanya hancur berkeping-keping. Kemudian kepalanya utuh kembali dan seterusnya ia melakukan hal yang sama berali-kali.
Sesungguhnya sholat lima waktu itu menghapuskan dosa-dosa, laksana air membersihan kotoran
Sebaik-baik manusia adalah orang yang bebelajar Alqur'an dan mengajaran kepada orang lain
Kelak di hari kiamat, Alqur'an terbang mencari orang-orang yang gemar membacanya lalu meminta kepada Allah untuk memberikan syafaat kepada mereka, dan Allahpun memberikannya.
Menghapal Alqur'an sejak kecil membuat hati menjadi lebih bersih, terbuka menerima kebenaran dan terhindar dari sifat-sifat tercela.
Sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Albaqarah
Siapa yang enggan membaca Alqur'an, maka baginyalah rezeki yang sempit, dan esok di hari kiamat dia kan datang dalam keadaan buta
Setiap dosa akan diakhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah bagi siapa yang dikehendakiNYA, kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. Sesungguhnya Allah akan menyegerakan balasan kepada pelakunya di masa hidupnya.
NASEHAT TENTANG AHLAK, ADAB, ETIKA, PAKAIAN DAN AURAT
KATAKANLAH HAL YANG BENAR, SEKALIPUN KEPAHITAN YANG AKAN ENGKAU TEMUI, KARENA KEJUJURAN AKAN MEMBAWA KEBAIKAN, SEDANGKAN KEBAIKAN AKAN MEMBAWA KE SYURGA.
HINDARKAN MENGUCAPKAN KATA-KATA KEJI DAN KOTOR, SEBAB IA BAGAIKAN MEROKOK. MUDAH DIBIASAKAN TETAPI SUKAR DIHILANGKAN
MENCELA ORANG MUSLIM ITU SUATU KEFASIKAN, SEDANGKAN MEMBUNUHNYA SUATU KEKUFURAN.
HILANGKAN BIBIT KESOMBONGAN DI HATIMU WALAU SEKECIL APAPUN. SEBAB TIDAK AKAN MASUK SYURGA SESEORANG YANG ADA KESOMBONGAN DI HATINYA WALAU SEBESAR DZARRAH (ATOM)
HINDARKAN MENGUCAPKAN KATA-KATA KEJI DAN KOTOR, SEBAB IA BAGAIKAN MEROKOK. MUDAH DIBIASAKAN TETAPI SUKAR DIHILANGKAN
MENCELA ORANG MUSLIM ITU SUATU KEFASIKAN, SEDANGKAN MEMBUNUHNYA SUATU KEKUFURAN.
HILANGKAN BIBIT KESOMBONGAN DI HATIMU WALAU SEKECIL APAPUN. SEBAB TIDAK AKAN MASUK SYURGA SESEORANG YANG ADA KESOMBONGAN DI HATINYA WALAU SEBESAR DZARRAH (ATOM)
BAHAYA LISAN
Diriwayatkan dari Nabi Muhammad s.a.w bersabda :
" Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu sehingga lurus pula hatinya dan belum juga dinamakan lurus hatinya itu sehingga luruslah lisannya dan tidak akan dapat masuk surga seseorang yang tetangganya itu belum dapat merasa aman dari kejahatan-kejahatannya.
(Ibnu Abiddunya dan Kharaithi)
Sahabat Mu'adz bin Jabal R.a pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w : Apakah kita ini juga akan diambil tindakan karena apa yang kita ucapkan itu ya Rasulullah ?" Beliaw saw menjawab
" Hai Ibnu Jabal, tidakkah manusia-manusia itu akan ditelungkupkan dengan hidungnya terlebih dahulu di neraka, melainkan karena apa yang dituai (dilakukan) oleh lidah-lidahnya.(Diriwatkan oleh Hakim dll)
Rasulullah Bersabda pula :
"Barangsiap menahan lisannya (dari kata-kata yang tidak baik), maka Allah menutup celanya dan barangsiapa mengekang kemarahannya, maka Allah melindunginya dari SiksaNYA dan barangsiapa menyatakan keuzurannya kepada Allah, maka Allah menerima pernyataan uzurnya itu. (Diriwayatkan Ibnu Abiddunya)
Sabda Rasulullah Saw: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau berdiam saja (kalau tidak dapat berkata yang baik)
Sekali lagi sabda Rasulullah Saw. :
Simpanlah lisanmu, kecuali untuk berkata yang baik, sebab dengan demikian itu engkau dapat mengalahkan godaan syaithan. ( Diriwayatkan Thabrani dan Ibnu Hibban )
MACAM-MACAM BAHAYA LISAN :
1. Berkata yang tidak berguna
untuk mengobatinya : hendaklah menyadari bahwa setiap nafas yang dihembuskan itu adalah pokok hartanya dan bahwa lisannya itu sebagai perangkap untuk memburu segala macam kebaikan yang dapat dilakukan,Menyia-nyiakan serta melalaikan kesempatan adalah merupakan kerugian yang sebesar-besarnya dalam hidup.
2. Berlebih-lebihan dalam berkata.
Ketahuilah bahwa kata-kata kelebihan itu sukar untuk dibatasi, tetapi sebagai batasan itu dapat direnungkan ayat yang ada dalam Alqur'an
" Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia"(QS Nisa.114)
Rasulullah Saw juga bersabda : Berbahagialah sesorang yang menahan kelebihan dari lisannya dan membelanjakan apa-apa yang kelebihan dari hartanya (Diriwayatkan oleh Baihaqi dll)
3.Bercakap-cakap dalam Kebathilan
yaitu mempercakapkan kemaksiatan seperti hal-ihwal kecabulan-kecabulan, duduk-duduk ditempat maksiat dll.
Hadist Rasulullah Saw. :
"Sebesar-besar kesalahan sesorang pada hari kiamat ialah yang terbanyak omong kosongnya dalam hal kebathilan. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya dan Thabrani).
" Sesungguhnya seseorang itu niscaya bercakap-cakap dengan kalimat yang baik yang termasuk dalam hal-hal yang diridhoi oleh Allah, sedang ia tidak mengira bahwa apa yang dikatakannya sampai kesuatu tingkat (sesuai pahalanya), kemudian dengan ucapannya tadi dicatat untuk memperoleh keridhoan Allah sampai hari kiamat.
Dan sesungguhnya seseorang itu niscaya bercakap-caap dengan kalimat buruk yang termasuk dalam hal-hal yang dimurkai oleh Allah, sedang ia tidak menyangka bahwa apa yang dikatakannya tadi sampai kesuatu tingkat (sesuai dengan siksanya), kemudian dengan ucapannya itu ia dicatat untuk memperoleh emurkaan Allah sampai hari kiamat." (Diriwayatkan oleh Tarmidzi)
Firman Allah SWT :
"Kita semua ini suka bercakap kosong bersama dengan orang-orang yang bercakap kosong pula (maka sampai masuk neraka Saqar) QS. Mudatstsir 45
" Maka janganlah kamu semua duduk bersama mereka itu kecuali jikalau mereka itu masuk untuk pembicaraan yang lain, Apabila kamu semua berbuat demikian, maka kamupun serupa pula dengan mereka itu. (QS Nisa 140)
4.Berbantah dan Bertengkar Lidah
" Belum dinamakan lurus keimanan seseorang itu sehingga lurus pula hatinya dan belum juga dinamakan lurus hatinya itu sehingga luruslah lisannya dan tidak akan dapat masuk surga seseorang yang tetangganya itu belum dapat merasa aman dari kejahatan-kejahatannya.
(Ibnu Abiddunya dan Kharaithi)
Sahabat Mu'adz bin Jabal R.a pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w : Apakah kita ini juga akan diambil tindakan karena apa yang kita ucapkan itu ya Rasulullah ?" Beliaw saw menjawab
" Hai Ibnu Jabal, tidakkah manusia-manusia itu akan ditelungkupkan dengan hidungnya terlebih dahulu di neraka, melainkan karena apa yang dituai (dilakukan) oleh lidah-lidahnya.(Diriwatkan oleh Hakim dll)
Rasulullah Bersabda pula :
"Barangsiap menahan lisannya (dari kata-kata yang tidak baik), maka Allah menutup celanya dan barangsiapa mengekang kemarahannya, maka Allah melindunginya dari SiksaNYA dan barangsiapa menyatakan keuzurannya kepada Allah, maka Allah menerima pernyataan uzurnya itu. (Diriwayatkan Ibnu Abiddunya)
Sabda Rasulullah Saw: Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau berdiam saja (kalau tidak dapat berkata yang baik)
Sekali lagi sabda Rasulullah Saw. :
Simpanlah lisanmu, kecuali untuk berkata yang baik, sebab dengan demikian itu engkau dapat mengalahkan godaan syaithan. ( Diriwayatkan Thabrani dan Ibnu Hibban )
MACAM-MACAM BAHAYA LISAN :
1. Berkata yang tidak berguna
untuk mengobatinya : hendaklah menyadari bahwa setiap nafas yang dihembuskan itu adalah pokok hartanya dan bahwa lisannya itu sebagai perangkap untuk memburu segala macam kebaikan yang dapat dilakukan,Menyia-nyiakan serta melalaikan kesempatan adalah merupakan kerugian yang sebesar-besarnya dalam hidup.
2. Berlebih-lebihan dalam berkata.
Ketahuilah bahwa kata-kata kelebihan itu sukar untuk dibatasi, tetapi sebagai batasan itu dapat direnungkan ayat yang ada dalam Alqur'an
" Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia"(QS Nisa.114)
Rasulullah Saw juga bersabda : Berbahagialah sesorang yang menahan kelebihan dari lisannya dan membelanjakan apa-apa yang kelebihan dari hartanya (Diriwayatkan oleh Baihaqi dll)
3.Bercakap-cakap dalam Kebathilan
yaitu mempercakapkan kemaksiatan seperti hal-ihwal kecabulan-kecabulan, duduk-duduk ditempat maksiat dll.
Hadist Rasulullah Saw. :
"Sebesar-besar kesalahan sesorang pada hari kiamat ialah yang terbanyak omong kosongnya dalam hal kebathilan. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya dan Thabrani).
" Sesungguhnya seseorang itu niscaya bercakap-cakap dengan kalimat yang baik yang termasuk dalam hal-hal yang diridhoi oleh Allah, sedang ia tidak mengira bahwa apa yang dikatakannya sampai kesuatu tingkat (sesuai pahalanya), kemudian dengan ucapannya tadi dicatat untuk memperoleh keridhoan Allah sampai hari kiamat.
Dan sesungguhnya seseorang itu niscaya bercakap-caap dengan kalimat buruk yang termasuk dalam hal-hal yang dimurkai oleh Allah, sedang ia tidak menyangka bahwa apa yang dikatakannya tadi sampai kesuatu tingkat (sesuai dengan siksanya), kemudian dengan ucapannya itu ia dicatat untuk memperoleh emurkaan Allah sampai hari kiamat." (Diriwayatkan oleh Tarmidzi)
Firman Allah SWT :
"Kita semua ini suka bercakap kosong bersama dengan orang-orang yang bercakap kosong pula (maka sampai masuk neraka Saqar) QS. Mudatstsir 45
" Maka janganlah kamu semua duduk bersama mereka itu kecuali jikalau mereka itu masuk untuk pembicaraan yang lain, Apabila kamu semua berbuat demikian, maka kamupun serupa pula dengan mereka itu. (QS Nisa 140)
4.Berbantah dan Bertengkar Lidah
Sabtu, 09 Juli 2011
DOA-DOA KU
Ya Allah, izinkan aku untuk mencitaiMu melebihi segala yang ada di dunia ini. Izinkan aku mencintai orang yang mencintaiMu, Izinkan aku mencintai segala perkara yang dapat menjuruskan aku untuk mencintai-Mu.
Ya Allah, aku mohon curahan rahmat dari-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk terkumpul segala yang bercerai, terhimpun yang terpisah, tertolak segala fitnah atas diriku, bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesutu yang jauh dariku, terangkat apa yang dekat denganku,disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara dari segala sesuatu yang buruk.
Rabu, 06 Juli 2011
POHON BIDARA
KHASIAT DAN CIRI-CIRI POHON BIDARA family RHAMNACEAE
Diposting oleh Team Ihya As-Sunnah di 11:43 PM
Daun bidara tidak hanya dimanfaatkan untuk memandikan jenazah, orang yang baru masuk Islam atau mandi haidh, tapi juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di antaranya, diare, kencing manis dan malaria.
Selain itu daun bidara sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan penyakit karena gangguan jin. Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi,surat al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. (Boleh juga dibacakan ayat-ayat al-Qur'an lainnya) Lalu dipergunakan untuk mandi atau diminum. (lihat Mushannaf Ma'mar bin Rasyid 11/13)
Selain itu daun bidara sangat efektif untuk membantu proses penyembuhan penyakit karena gangguan jin. Ulama Wahab bin Munabih menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi,
| Deskripsi Kandungan Hasil analisis di India (angka, pertama) dan di Thailand (dalam kurung) merupakan komposisi per 100 g bagian yang dapat dimakan: air 86 (71,5) g, protein 0,8 (0,7) g; lemak 0,1 (1,7) g; karbohidrat 12,8 (23,7) g; Ca 30 (30) m, P 30 (30) mg, vitamin A 70 (50) SI, vitamin C 50-150 (23) mg. Nilai energinya 230 (470) kJ/100 g. Deskripsi Berperawakan pohon atau perdu yang menyemak, tingginya mencapai kira-kira 15 m, tumbuh tegak atau menyebar dengan cabang-cabangnya yang menjuntai; letak rantingnya simpangsiur, berbulu kempa; penumpunya berduri, menyendiri dan lurus (berukuran 5-7 mm) atau berbentuk dimorfik berpasangan, cabang yang kedua lebih pendek dan melengkung, duri kadang-kadang tidak ada; pohonnya selalu hijau atau setengah meranggas. Daunnya tunggal, letaknya berselang-seling, berbentuk bundartelur-jorong sampai bundar-telur-lonjong, berukuran (2-9) cm x (1,5-5) cm, tepinya sedikit beringgit atau rata, berkilap dan tak berbulu pada lembaran sebelah atasnya, berbulu kempa yang rapat, berwarna putih pada lembaran sebelah bawahnya, dengan 3 tulang daun membujur yang nyata; tangkai daunnya 8-15 mm panjangnya. Perbungaannya muncul dari ketiak daun, berbentuk payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga; gagang perbungaan panjangnya 2-3 mm; bunganya berdiameter 2-3 mm, berwarna kekuningan, sedikit harum, gagang bunganya 3-8 mm panjangnya; daun kelopaknya bercuping 5, berbentuk delta, bagian luarnya berambut, bagian dalamnya gundul; daun mahkota 5 helai, sedikit berbentuk sudip yang cekung, terlentik; benang sarinya 5 utas; bakal buahnya beruang 2, tangkai putiknya bercabang dua, cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur. Buahnya bertipe buah batu, berbentuk bulat sampai bulat telur, dapat mencapai ukuran 6 cm x 4 cm untuk yang dibudidayakan, dan |
| Manfaat |
| Syarat Tumbuh Bidara merupakan tumbuhan yang bandel, yang dapat mengatasi suhu ekstrem dan mampu bertahan hidup pada lingkungan yang agak kering. Kualitas buahnya akan paling baik jika tumbuh pada lingkungan yang panas, di udara terbuka dan kering, tetapi hendaknya ada musim hujan untuk mendukung pertumbuhan perpanjangan dan pembungaannya, dan idealnya tanahnya memiliki cukup kelembapan sits untuk mematangkan buahnya. Jika terjadi cuaca yang buruk, pohon bidara ini akan menjadi do an. Pada habitat alaminya, curah hujan tahunannya berkisar antara 12 5 mm dan di atas 2.000 m ; suatu penelitian di India menunjukkan bahwa b berapa kultivar akan tumbuh cukup balk pada cura hujan serendah 300-400 mm per tahun. Suhu maksimumnya adalah 37-48° C, dan suhu minimumn 7-13° C, tetapi pohon bidara masih tahan terhadap embun beku yang ringan. Kisaran ketinggian tempat tumbuhnya ialah antara tepi pantai sampai kira-kira 1000 m dpl. Bidara menghendaki tanah yang cukup ringan dan dalam, tetapi pohonnya dapat pula tumbuh di lahan marginal, tanah basa, tanah asin atau sedikit asam, baik tanah ringan maupun berat, rentan terhadap kekeringan atau kadang-kadang tergenang. |
| Pedoman Budidaya |
Pemeliharaan Pohon bidara yang masih muda diikatkan pada tonggak, Ialu dilakukan pemangkasan untuk memperoleh 4 atau 5 cabang penyangga yang bentuknya balk, yang segera mengisi ruangan yang tersedia; tumpang sari hanya dapat dilakukan 2 atau 3 tahun saja. Pohon asal klon dapat berbuah pada tahun kedua dan dapat menghasilkan buah yang memadai pada tahun keempat. Pohonnya terutama akan mengeluarkan bunga dari pucuk pucuk -baru, dan hendaknya dipangkas untuk meyakinkan bahwa pucuk-pucuk ini memiliki kesuburan yang memadai untuk menghasilkan buah yang berukuran baik dengan kualitas yang baik pula. Dl India, pohon bidara berbuah lebat dan teratur, oleh karena itu cabang-cabang penghasil buah akan cepat sekali menjadi tua, sehingga lambat-laun harus segera dipangkas; tindakan ini juga menghindari terlalu rapatnya tajuk pohon dan mendorong kesuburan pucuk. Saat yang paling baik untuk pemangkasan ialah setelah panen, terutama jika pohon itu meluruhkan daun-daunnya, seperti terjadi di |
| Hama dan Penyakit Lalat buah merupakan penyebab utama kerusakan tanaman bidara, sayangnya serangga ini mempunyai kesenangan pada kultivar yang sama dengan yang disenangi orang. Kerusakan oleh serangga penggerek buah, ulat pemakan daun, 'weevils', kutu loncat, dan kutu bubuk juga telah dilaporkan. Penyakit embun tepung dapat menjadi demikian berbahaya, yang dapat menggugurkan daun dan bakal-bakal buah, namun penyakit ini telah dapat dikendalikan dengan baik. Penyakitpenyakit yang kurang berbahaya adalah busuk coklat dan bercak daun. |
| Panen dan Pasca Panen Panen Buah-buah bidara tidak dapat matang serentak, jadi diperlukan pemetikan 4 kali atau lebih untuk menuntaskan panen. Buah yang diambil masih mentah akan menjadi berbau tidak enak, kecuali jika matang benar, dan buah yang terlalu matang akan kehilangan daya tarik warnanya dan teksturnya akan keriput. Di Thailand, buah bidara tersedia di pasaran dari bulan Agustus sampai Februari; di Filipina, musim buah jatuh dari bulan November sampai Februari. Penanganan pasca panen Buah bidara tidak mudah rusak, dapat ditangani dengan balk dan daya tahan tumpuknya sekitar satu minggu. Penyimpanan suhu dingin dapat memperpanjang musim pemasokan buah selama 1 bulan atau Iebih. |
Minggu, 22 Mei 2011
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam
Mengenal Pribadi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam
Penulis : Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu
Kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
1. Allah Ta’ala berfirman:
“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan mereka Al Kitab dan Al Hikmah dan sebelum itu, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali Imran:164)
2. Allah Ta’ala berfirman:
“Katakanlah: “Sesungguhnya saya ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Esa.” (QS. Al Kahfi:11)
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang puasa pada hari Senin. Beliau menjawab: “Pada hari itulah aku dilahirkan, lalu diangkat menjadi Rasul dan diturunkan Al-Qur’an kepadaku.” (HR. Muslim)
4. Rasullauh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dilahirkan pada hari Senin bulan Rabi’ul Awal di Makkah Al Mukarramah tahun Al Fiil (571 M), berasal dari kedua orang tua yang sudah ma’ruf. Bapaknya bernama Abdullah bin Abdul Muthallib dan ibunya bernama Aminah binti Wahb. Kakek beliau memberinya nama Muhammad. Bapak beliau meninggal dunia sebelum kelahirannya.
5. Sesungguhnya termasuk kewajiban seorang muslim adalah hendaknya dia mengetahui kedudukan Rasul yang mulia ini, berhukum dengan Al Qur’an yang diturunkan kepadanya, berakhlak dengan akhlaknya serta mengutamakan dakwah kepada Tauhid yang mana risalahnya dimulai dengannya sesuai firman Allah Ta’ala:
“Katakan: Sesungguhnya saya hanya menyembah Rabbku dan saya tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya.” (QS. Al-Jin:20)
Nama dan Garis keturunan (Nasab) RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
1. Allah Ta’ala berfirman:
“Muhammad adalah Rasulullah.” (QS. Al Fath:29)
2. Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Saya memiliki lima nama: Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al-Mahi yang Allah menghapus kekufuran denganku, saya Al-Hasyir yang manusia dikumpulkan di atas kedua kakiku, dan saya Al-’Aqib yang tidak ada Nabipun setelahnya.” (Muttafaq ‘Alaih)
Dan Allah menamakannya dengan “Raufur Rahim”
3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenalkan dirinya kepada kita dengan beberapa nama: “Saya Muhammad, saya Ahmad, saya Al Muqaffy (Nabi terakhir) dan Al Hasyir, saya Nabi At Taubah, Nabi Ar Rahman.” (HR. Muslim )
4. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Tidaklah kamu heran bagaimana Allah memalingkan dari saya cacian orang-orang Quraisy dan laknat mereka? Mereka mencaci dan melaknat saya (dengan sesutu) yang sangat tercela, dan saya adalah Muhammad.” (HR. Bukhari )
5. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah telah memilih dari keturunan Ismail Kinayah, dan dari Kinayah Allah memilih Quraisy, dari Quraisy Allah memilih bani Hasyim, dan dari bani Hasyim Allah memilih saya.” (HR. Muslim )
6. Dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:
“Namailah diri kalian dengan nama-nama saya, tapi janganlah kalian berkuniah (mengambil gelar) dengan kuniah saya. Karena sesungguhnya saya adalah Qasim sebagai pembagi diantara kalian.” (HR. Muslim )
RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, SEOLAH-OLAH KAMU MELIHATNYA
1. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah manusia yang paling tampan wajahnya, paling bagus bentuk penciptaannya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. (Muttafaq ‘Alaih)
2. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkulit putih dan berwajah elok. (HR. Muslim)
3. Bahwasanya badan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek, dadanya bidang, jenggotnya lebat, rambutnya sampai ke daun telinga, saya (Shahabat-pent) pernah melihatnya berpakaian merah, dan saya tidak pernah melihat yang lebih indah dari padanya. (HR. Bukhari)
4. Bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kepalanya besar, demikian juga kedua tangan dan kedua kakinya, serta tampan wajahnya. Saya (Shahabat-pent) belum pernah melihat orang yang seperti dia, baik sebelum maupun sesudahnya. (HR. Bukhari)
5. Bahwasanya wajah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bundar bagaikan Matahari dan Bulan. (HR. Muslim)
6. Bahwasanya apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam gembira, wajahnya menjadi bercahaya seolah-olah seperti belaian Bulan, dan kami semua mengetahui yang demikian itu. (Muttafaq ‘Alaih)
7. Bahwasanya tidaklah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tertawa kecuali dengan senyum, dan apabila kamu memandangnya maka kamu akan menyangka bahwa beliau memakai celak pada kedua matanya, padahal beliau tidak memakai celak. (Hadits Hasan, Riwayat At Tirmidzi)
8. Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata: “Tidak pernah saya melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum.” (HR. Bukhari)
9. Dari Jabir bin Samrah Radhiyallahu ‘anhu berkata: “Saya pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pada bulan purnama. Saya memandang beliau sambil memandang bulan. Beliau mengenakan pakaian merah. Maka menurut saya beliau lebih indah daripada bulan.” (Dikeluarkan At Tirmidzi, dia berkata Hadits Hasan Gharib. Dan dishahihkan oleh Al Hakim serta disetujui oleh Adz-Dzahabi)
10. Dan betapa indahnya ucapan seorang penyair yang mensifati Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan sya’irnya:
“Si Putih diminta memohon hujan dari awan dengan wajahnya. Si Pemberi makan anak-anak yatim dan pelindung para janda.”
Sya’ir ini berasal dari kalamnya Abu Thalib yang disenandungkan oleh Ibnu Umar dan yang lain. Ketika itu kemarau melanda kaum muslimin, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memohon hujan untuk mereka dengan berdo’a: Allahummasqinaa (Ya Allah turunkanlah hujan kepada kami), maka turunlah hujan. (HR. Bukhari)
Adapun makna dan sya’ir tersebut adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disifati dengan Si Putih diminta untuk menghadapkan wajahnya yang mulia kepada Allah dan berdo’a supaya diturunkan hujan kepada mereka. Hal itu terjadi ketika beliau masih hidup, adapun setelah kematian beliau maka Khalifah Umar bin Al Khathab bertawasul dengan Al Abbas agar dia berdo’a meminta hujan dan mereka tidak bertawasul dengan beliau.
(Dinukil dari: Mengenal Pribadi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam , Penulis: Syaikh Muhammad Jamil Zainu. Alih bahasa: Mukhlish Zuhdi. Penerbit Yayasan Al-Madinah, Shafar 1419 H, hal. 11-16)
Pribadi Rasulullah
admin | Akhlaq, Mimbar Jum'at | Wednesday, September 3rd, 2008
Nabi Muhammad Saw adalah sosok pemimpin yang sukses. Beliau berhasil memimpin dan memenej dirinya, dengan keterbatasan yang ada (ditinggal mati ayahnya pada usia 3 bulan dalam kandungan, dan ditinggal ibunya ketika usia 6 tahun, ditinggal kakek pada usia 8 tahun). Beliau digelari manusia berkualitas super (al-amin). Nabi Saw sukses memimpin keluarganya (istri dan anak-anak) sehingga terbina keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.Nabi Saw juga terbukti mampu memimpin umatnya, mengangkat derajat masyarakat dari kehidupan jahiliah, minim budaya dan akhlak, kepada tatanan masyarakat madani-islami, mencetak kader-kader pemimpin masa depan (seperti Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali), dan mempeidatukan unsur-unsur masyarakat yang beragam dan mensinergikannya menjadi kekuatan yang hebat.
Kesuksesan Nabi Saw disebabkan dua faktor utama yaitu akhlak yang mulia dan kualitas kepemimpinan (pengetahuan dan skill). Nabi Saw menghiasi dirinya dengan akhlak yang terpuji sehingga dia menjadi pemimpin yang dicintai dan disegani. Akhlak Nabi Saw, yang terkait dengan kepemimpinan, antara lain, Nabi Saw terkenal sangat santun dalam bersikap, termasuk terhadap bawahannya. Anas bin Malik, seorang pembantu Nabi, berkata, “Saya telah bekerja lebih dari 10 tahun dengan Rasulullah Saw. Selama itu tidak pernah saya mendengar Rasulullah Saw berkata, “Akh”, “Kenapa begitu?”, “Mengapa tidak begini“. (HR. Muslim).
Seorang pemimpin selayaknya bersikap santun agar dicintai dan dihormati. Sikap kasar dan keras akan menjadikan dirinya dijauhi dan dibenci. Firman Allah SWT, “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (QS.AliImran[3]:159).
Nabi Saw sangat pemaaf. Pernah Nabi berhutang kepada seorang Yahudi bernama Sa’ad bin Sya’nah. Jatuh tempo pembayarannya masih tiga hari lagi. Tetapi Sa’ad menagih sebelum jatuh tempo. la mencari Nabi dan bertemu di jalan. Sa’ad langsung memegang selendang Nabi dengan keras seraya berkata, “Kamu hai Bani Abdul Muthallib telah lalai membayar hutang”. melihat kejadian itu, Umar langsung bangkit, ingin menghardik Sa’ad. Nabi mencegah Umar, sambil tersenyum Beliau berkata kepada Umar, “Saya memang mempunyai hutang kepada Sa’ad. Sikap kamu yang lebih tepat wahai Umar adalah menyuruhku untuk membayar hutang dan menyuruh dia menagih hutang dengan cara yang baik. Sebenarnya, jatuh tempo hutang masih tiga hari lagi. Tapi baiklah, tolong bayarkan utang itu dan tambahkan 20 sha’ agar hilang kemarahannya”. (HR. Al-Baihaqi, Ibnu Hibban dan Thabrani). Melihat sikap pemaaf dan pemurah Rasulullah Saw, Sa’ad menjadi malu dan terpesona. Dia langsung menyatakan masuk Islam.
Pemimpin harus memiliki sifat pemaaf sebab dia akan berhadapan dengan manusia yang memiliki berbagai sifat dan tingkah laku serta tidak jarang membuat jengkel, kecewa, dan marah. Sifat pemaaf ini mesti pula ditiru oleh bawahan. Kalau sifat pemaaf tidak terwujud maka akan banyak ketegangan, dendam, dan permusuhan.
Nabi Saw sangat rendah hati. Dia tidak gila hormat dan cenderung malu hati kalau mendapat pujian. Padahal segala kesuksesan dan kekuasaan berdatangan. Pernah para sahabat bediri menghormati Nabi memasuki majelis. Nabi tidak senang dan bersabda ketika itu, “Jangan kamu memberikan penghormatan kepadaku sebagaimana orang-orang jahiliyah“.
Seorang sahabat pernah berkata, “Ya Sayyidina” Nabi tidak suka dan bersabda, “Jangan kamu agungkan aku sebagaimana orang-orang Nashrani mengagungkan ‘lsa bin Maryam. Sesungguhnya saya adalah hamba Allah, maka panggillah saya ‘Abdullah wa Rasulullah”. (HR. Ahmad).
Nabi Saw penuh kasih sayang dan perhatian, terutama kepada bawahan danorang-orangyang lemah. Rasulullah biasa bergaul dan berjalan dengan orang-orang lemah dan mendo’akan mereka. (HR. Tirmidzi). Rasulullah Saw bersabda, “Berilah makan budakmu dengan makanan yang biasa kamu makan dan berilah mereka pakaian
dengan pakaian yang biasa kamu pakai. Janganlah kamu menyiksa makhluk Allah“. (HR. Bukhari). Bahkan Rasulullah Saw memperlihatkan juga kasih sayangnya kepada binatang. Pernah Nabi melihat para sahabat membakar sarang semut. Nabi bersabda, “Tidak pantas menyiksa dengan api, kecuali Tuhannya api“. (HR. Abu Daud).
Sumber : Buletin Mimbar Jum’at No. 34 Th. XXII - 22 Agustus 2008
Langganan:
Postingan (Atom)